Kamis, 10 Oktober 2019
5 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Menular Seksual
5 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Menular Seksual
Konsultasikan masalah penyakit menular seksual anda bersama kami
telkomsel: 0813-9000-3017
xl: 0877-3676-6326
Indosat: 0857-9943-4743
Langsung terhubung Whatsapp
telkomsel: http://wa.me/6281390003017
xl: http://wa.me/6287736766326
Indosat: http://wa.me/6285799434743
Seberapa luas pengetahuan Anda mengenai Penyakit Menular Seksual (PMS)? Mungkin saja yang selama ini Anda pikirkan benar ternyata salah total. Nah, berikut ini ada delapan mitos dan fakta menyangkut Penyakit Menular Seksual. Dengan menyimak paparan ini, diharapkan pengetahuan Anda soal penyakit menular bakal bertambah.
Mitos ke 1.
Saya tidak mungkin terkena PMS karena setiap kali melakukannya dengan pasangan, saya tidak pernah melakukan secara total sampai penetrasi, hanya berciuman dan oral seks sekali - sekali.
Faktanya: Anda sangat salah bila berpikir seperti itu! Penyakit karena hubungan seksual bisa menular baik melalui vagina, anal, maupun oral seks. Apalagi jika ada luka terbuka yang tidak terlihat dan ternyata pasangan Anda mempunyai penyakit tersebut, risiko tertular akan tetap ada.
Ingatlah bahwa meski frekuensi Anda bermain cinta dengan sang pasangan hanya sekali - sekali tapi tetap bisa tertular, penyakit tidak memandang sering atau tidaknya frekuensi Anda bermain dengan pasangan!
Mitos ke2.
Saya tidak mungkin bisa terkena PMS soalnya saya menggunakan pil KB.
Faktanya: Pil KB hanya melindungi dari risiko kehamilan dan bukan PMS. Anda tetap bisa tertular jika anda melakukan hubungan seks meskipun menggunakan pil KB.
Mitos ke3.
Saya tidak memerlukan pengaman meskipun pasangan saya menderita herpes karena kita selalu hati - hati kok dalam berhubungan. Kita menghindari aktivitas bercinta saat herpesnya sedang kambuh dan ada luka terbuka.
Faktanya: Pernyataan diatas tidak benar. Anda tetap bisa tertular meskipun herpes ini dalam keadaan tidak kambuh. Ingatlah satu hal, herpes ini ada dalam tubuh dan tertidur saat tidak kambuh, tapi bukan berarti tidak ada, jadi akan lebih baik jika Anda tetap menggunakan pengaman saat berhubungan dan mungkin akan lebih baik bagi pasangan agar berkonsultasi secara reguler ke dokternya untuk pengontrolan herpesnya.
Mitos ke4. Saya belakangan ini tertular penyakit menular seksual tapi saya sudah ke dokter dan minum obat kok, jadi tidak perlu datang lagi untuk dicek ulang.
Faktanya: Memang untuk pengobatan ke dokter dan minum obatnya sampai habis haruslah dilakukan. Tapi sayang sekali saya harus mengecewakan Anda karena ada tindakan yang tidak benar yaitu Anda tidak mengecek ulang kembali penyakit Anda! Ketahuilah meskipun Anda sudah minum obatnya sampai habis, infeksi bisa saja masih tetap ada dan bisa jadi Anda harus meneruskan obat untuk beberapa lama lagi. Satu - satunya cara untuk mengetahui infeksinya sudah membaik ataupun hilang adalah dengan mengecek ulang dan temui dulu dokter Anda, pastikan semuanya tuntas diperiksa ulang.
Mitos ke5.
Saya tidak mungkin punya penyakit menular seksual karena tidak ada gejalanya yang pernah muncul
Faktanya: Perlu diketahui dan diingat oleh Anda semua, Anda bisa saja mempunyai penyakit menular seksual dan gejala tidaklah timbul. Gejalanya bisa saja tidak Anda sadari karena kelihatan seperti penyakit flu biasa atau gejala penyakit lainnya. Maka dari itu, bila Anda seorang yang aktif secara seksual sebaiknya seringlah melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahuinya.
Mitos ke6. Saya cuma bercinta dengan pasangan saya kok dan itupun hanya dia seorang, jadi rasanya saya tidak perlu khawatir mengenai penyakit seksual.
Faktanya: Hubungan monogami memang baik, tapi perlu Anda pikirkan, berapa banyak yang melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda sebelum Anda bersama dia? Meskipun dia mengatakan Andalah satu - satunya yang pertama untuk dia, tapi bisa jadi dia tidak mengatakan yang sebenarnya di depan Anda. Salah satu cara untuk memastikannya adalah dengan melakukan pemeriksaan mengenai penyakit menular seksual. Mungkin Anda melakukan hubungan seks dengan memakai kondom untuk mencegah penularan, tapi kondom hanya mengurangi risiko penularan dan bukanlah mencegah Anda terkena penyakit tersebut, bisa saja kondisi yang tidak diharapkan terjadi meskipun Anda memakai kondom.
Jadi?. Seberapa banyak pemikiran Anda yang benar untuk penyakit menular seksual? Semoga tips ini bisa membantu Anda mengerti lebih banyak sehingga tidak ada lagi salah pengertian mengenai penyakit seksual.
Share this
Disqus Comments